Prolog
Namaku Angel, umur ku 23 tahun. Saat itu aku duduk di kursi taman dan bertemu dengan pria bernama David. Aku terlanjur mencintainya tapi semuanya telah terlambat, dia pergi begitu saja meninggalkanku seperti aku ditinggalkan kekasihku sebelumnya, Adwin..
***
Hari ini, aku akan pergi ke Australia untuk mencoba menetap disana. Tanpa terpikirkan david sedikitpun aku menaiki pesawat yang sebentar lagi akan mengudara ke Australia.Di pesawat aku tertidur. Setelah berjam-jam di pesawat aku terbangun, ternyata aku telah mendarat di Sydney. Aaahh betapa bahagianya hatiku bahwa aku akan menetap disana.
Di Australia aku tidak sendiri, aku bersama adik dan orang tuaku.
Aku segera menuju rumah baruku di kawasan perumahan di daerah Sydney. Dan aku berhenti disebuah rumah yang lumayan mewah dan minimalis. Aku suka itu, dan rumah itu akan menjadi rumah baruku disini. Yey !
Saat ini aku sudah melupakan David. Toh tidak ada gunanya kita menangisi kepergian seseorang sedangkan seseorang itu tidak akan kembali karena mendengar tangisan kita.
Setelah berganti baju aku beristirahat di ranjang yang sangat nyaman dibanding ranjang yang kumiliki di Indonesia. Tak sengaja aku tetidur sampai keesokan harinya. Aku bangun dan..
"Happy birthday to you, happy birthday to you.. Happy birthday happy birthday.. Happy birthday Angel.. yeeeeeeee.. Selamat ulang tahun Angel !" kata Adik, ibu, dan ayahku serempak.
Aku terkejut, karena aku masih setengah sadar. Aku mencoba mengingat kembali apa yang terjadi dengan hari ini. Aa ! aku berulang tahun hari ini. Ulang tahunku yang ke 24. Senangnya, di Australia pula.
"hey ka ! kok bingung sih liat kami ? aneh ya kami pake topi pesta kaya gini ?" tanya adikku bingung.
"Ahh.. engga kok.. ngg.. makasih ya mah, pah, sama Rio.." kataku sambil mencipika-cipiki mereka. "O iya, mah, pah.. hari ini aku mau keliling Sydney dulu ya.. ga usah ditemenin, aku punya temen kok disini. Imigran dari Indonesia sejak setahun lalu."
"hmm..karena ini ulang tahun kamu.. Baiklah ! tapi oleh-olehnya wajib ya, sayang.." jawab mamaku sambil mencolek hidungku.
"oke deh mah, yee.."
Setelah kejutan ulangtahun tadi, aku bergegas mandi karena sebentar lagi temanku Nanny akan menjemputku. Setelah mandi aku mengenakan baju dress fullcolor selutut ditambah syal yang mengalungi leherku. Tidak lama menunggu, Nanny menjemputku. Dengan mobil sedan yang ia bawa, ia siap membawaku berkeliling Sydney.
"Morning, Angel. Ready to around Sydney ?" tanya Nanny dengan bahasa inggrisnya yang fasih.
"Yes, i'm ready.." jawabku semangat.
Nanny memang imigran Indonesia, tapi dia tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia. Ia keturunan Indo-Australia.
"Where are you going now ?" tanya Nanny
"hmm..can you invite me to nearest mall here ?"
"yes, i can"
Di perjalanan, kami berbicara sungguh akrab, meski bahasa inggrisku masih agak ngawur. tapi Nanny masih bisa mengerti apa yang sedang kubicarakan padanya.
Tidak lama kami pun sampai di sebuah mall di Sydney. Kata Nanny, ini adalah mall paling mewah di Australia. Untunglah tempat ini terletak hanya 2 kilometer dari perumahanku.
Disana, kami shopping berat dan setelah lelah kami beristirahat sekalian mengisi perut kosong kami di sebuah restoran khas melayu di kawasan mall tersebut. Saat aku memasuki daerah resto itu, ternyata aku melihat seseorang yang tidak asing di mataku. Dia duduk di meja sebelahku. Diapun melihat ke arahku bingung. Entah kenapa, aku merasa wajah itu tidak asing di mataku..
"A..Angel ?" tanya seseorang itu.
"hmm, why you know my name ?" tanyaku.
"apakah kau kenal aku ?" tanya seseorang itu menggunakan bahasa indonesia, dan itu membuatku bingung akan dirinya. Aku masih bingung dia ini siapa. "Aku David.." sambungnya.
David ? David siapa ya ? gumamku
Dia melihatku bingung. "apakah kamu ingat kursi taman yang kita duduki saat sore hari ?" katanya meyakinkan. Aku mencoba mengingatnya..dan...
"HAH ? kamu David ? aaahh aku mimpi" kataku sambil memukul-mukul pipiku.
"iya, aku David, akhirnya kau masih ingat.."
"kenapa kamu pergi meninggalkanku !"
"hmm..saat itu sebenarnya aku ingin pamit denganmu, tapi..aku takut kau bersedih atas kepergianku."
"oohh.." kataku kesal.
"Angel.." kata David. "Apa ?" jawabku
"A..Aku mencintaimu.." kata David pelan.
tersentak aku terkejut. Ini orang pertama yang menyatakan cintanya kepada Angel, yaa Angel.
"benarkah ? apa karena aku hanya mirip kekasihmu yang dulu jadi kau mencintaiku ?"
"tidak, Angel.. Aku merasakannya, aku merasakan cinta itu datang sendirinya. Tidak ada alasan mengapa aku mencintaimu.."
"benarkah ?" kataku meminta kepastian. "iya. Sumpah.."
"Aku juga mencintaimu, David.."
Nanny hanya bingung melihat perbincangan kami berdua, entah kenapa tapi sepertinya dia tidak mengerti apa yang sedang kami bicarakan.
"maukah kamu menjadi kekasihku ?" pinta David.
Aku hanya menjawab dengan anggukan pasti bahwa aku ingin menjadi kekasihnya. David memelukku dengan kencang saking senangnya. Aku menangis bahagia bisa menemukan David kembali. Cintaku yang telah hilang..
To be continued..
hahahaaayy ,,, cieeeeee ketemu lg hihi
BalasHapus