Namaku Angel. Umurku 23 tahun. Aku sempat mempunyai kekasih bernama David. Dia pergi begitu saja meninggalkanku..
Berawal dari kursi taman yang kududuki, tiba-tiba ada seseorang pria tinggi, putih, tapi berpenampilan biasa saja. Pria itu meminta izin kepadaku kalau dirinya ingin duduk di sampingku menikmati sore. Pria itu mengajakku berbicara, hingga aku lupa bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.. Aku pamit pulang dengannya.
"Aku pulang dulu, hmm.. kalau boleh tau siapa namamu?"
"David, kamu?"
"Panggil aku Angel..nama yang bagus, aku pulang ya..besok kesini lagi"
David hanya menjawab dengan anggukan pelan ditambah senyum manisnya.
Aaahh..Sore yang indah. gumamku..
Esok harinya, kami bertemu kembali seperti yang telah kami janjikan kemarin. Pembicaraan pun berlangsung lebih akrab daripada sebelumnya.
"David, boleh kamu ceritakan siapa dirimu sebenarnya ?"
"hmm..bagaimana ya ? boleh deh untuk kamu.."
"baiklah, ceritakan.."
David menceritakan semua tentang dirinya, kehidupannya, kesehariannya. Ternyata David sedang kabur dari rumahnya, dia merasa terkekang oleh aturan-aturan ayahnya yang kolot itu. Dia kabur tanpa membawa uang sepeser pun, makanya dia kesini untuk mencari pekerjaan. Untunglah, saat ini dia sudah menjadi karyawan sebuah mini market di dekat taman ini. Hmm..benar-benar mandiri David ini. Aku salut dengannya.
"Kalau kamu, Gel ? Boleh kamu ceritakan siapa dirimu sebenarnya ?" pintanya
"Dengan senang hati aku akan menceritakan semuanya.." kataku dengan senyum "Aku Patricia Angelii, entah apa artinya tapi aku menyukai nama ini. Orang tuaku enggan memberitahu arti sebuah nama ini tapi masa bodo juga, yang penting aku suka nama ini.. Aku senang bermain dan menulis. Menulis apa saja.. seperti karangan maupun perasaanku.. Aku gemar duduk disini karena jika aku duduk disini, aku teringat seseorang.. Dia Adwin, kekasihku.. Dia pergi tanpa pamit denganku, entah kapan perginya.. Saat itu kami gemar duduk disini setiap sore. yaa.. seperti sekarang ini. Adwin orangnya romantis, baik, dan juga humoris. Aku sangat menyayanginya, tapi dia pergi begitu saja meninggalkanku sejak 3 tahun lalu..Untunglah, saat ini aku sudah menemukan orang yang sangat mirip dengannya.."
"kalau boleh tau siapa ?" tanya David
"hmm..kamu, Vid.. semenjak kehadiranmu kemarin, aku teringat akan dirinya. wajahmu, sikapmu sangat mirip dengannya.. Aku sempat heran, apakah kau ini benar-benar Adwin yang kurindukan..Ternyata bukan, suaramu sangat berbeda jauh dengannya.."
Tak sengaja air mataku jatuh ke tanganku. Aku menangis...
"Sudahlah..Jangan menangis, aku turut sedih atas perginya Adwin.."
"Iya.." kataku sambil mengusap air mata
"Angel.."
"yaa ?"
"A..Akuu.."
"kamu kenapa, Vid ? kok gagap gitu sih ? hahaha"
"G..Ga papa kok, aku balik dulu ya.." pamit David pelan setelah itu berlari pergi.
"Iya..Besok kesini lagi, oke ?" teriakku
David mengangkat jempolnya tinggi..hmm..David..David..
Keesokan harinya..Aku datang lebih lambat dari sebelumnya, untunglah belum sampai jam 5 sore. Tapi, saat aku datang David belum ada di kursi taman ini ? Padahal sering dia yang datang lebih awal. dan yang kulihat hanya seorang wanita yang tak kukenal duduk di situ.
"Kamu Angel ya ?" tanya wanita itu.
"iya.."
"tadi ada seseorang badannya tinggi..putih.. ngasih surat ini ke aku, katanya kalau ada wanita yang datang kesini dan namanya Angel, tolong dikasihkan. Ini untukmu" Jelas wanita tadi.
"hmm..makasih ya.."
"oke, sama-sama"
Aku pergi dari wanita itu. Dan aku mencari tempat duduk Untung saja masih ada kursi lain yang terletak tidak jauh dari kursi yang sering aku duduki. Dengan pelan aku buka surat berbungkus amplop merah itu..
Dear Angel
Maaf aku tidak bisa menepati janjiku hari ini. Sore ini aku akan pergi ke Australia mengikuti jejak ayahku berbisnis disana. Aku berbohong kepadamu, sebenarnya aku tidak kabur dari rumah. Aku hanya disuruh oleh ayahku untuk hidup mandiri dengan cara kuliah ke Australia. tetapi aku enggan memenuhi permintaan ayahku. Lalu ayahku memberikanku pilihan lain untuk menetap disini untuk mencari uang sendiri. Kupenuhi permintaan itu. Sampailah aku disini.
Pertama kali aku bertemu kamu, aku juga teringat akan mantan kekasihku yang pergi tanpa pamit. yaa seperti kamu ditinggalkan kekasihmu yang dulu, Adwin. Nama mantan kekasihku itupun bernama mirip dengamu. Patricia Angelica. meski berbeda sedikit tapi menurutku tidak masalah.
Angel.. Aku mencintaimu. Awalnya aku ingin sekali memintamu untuk menjadi kekasihku, tetapi aku takut kau menolaknya. Tapi semuanya sudah terlambat.. Aku akan pergi ke Australia..
Selamat tinggal Angel. Terima kasih kau mau menjadi temanku..
David
David.. Andaikan kau katakan itu sejak pertama kali bertemu ! aku pasti akan menerima tawaranmu.. Aku mencintaimu, David.. Setelah sekian lama aku menunggu cinta yang baru, ternyata setelah kutemukan cinta itu pergi..LAGI..
To Be Continued...
wes hebat nih dd ,, hihihi pengalaman kah?? ckck
BalasHapusehehe mksih :) lain ka ay, hanyar fiktif belaka
BalasHapus